.: Website Pribadi Hairul Effendi :.
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   My Community  |  My Blog  |  My Friendster 

MENU

  Tentang Saya
  Kisah Desaku
  Suatu Renungan
  Web Desain
  Cerita Rileks
  Bebas Euy..!!
  Curiculum Vitae
  Favorite Links
   
 
 
 
 
 
 
 
   
   

Frame for Advertisement

Siapkan banner Anda (gif) dengan ukuran maksimal 124x50 pixels, lalu hubungi kami (e-mail) untuk pemasangan iklan GRATIS.....

   
 

 

 

 

 

 

 

KISAH DESAKU

           

Saya merasa perlu mengisahkan tentang desaku karena aku merasa sangat sedih sekali, melihat keadaan desaku saat ini. Jauh berbeda dengan keadaan sewaktu aku masih kecil dahulu.

           

Desaku bernama Desa Negara Saka yang ada sejak ratusan tahun yang lalu. Sebuah desa kecil diwilayah Lampung yang berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 46 Tahun 1999 (PPRI-04/1999), yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Mei 1999 dan ditanda tangani oleh Presiden RI Bapak B.J. Habibie, berada di wilayah Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Lampung Selatan.

 

 

 

 

 

 

Desaku di lewati oleh sungai bernama Way Semah yang bermuara di Way Sekampung. Dahulu Way Semah merupakan sungai yang menurut saya sangat indah. Air yang jernih dan dangkal. Way Semah juga dijadikan tempat untuk mencari nafkah oleh masyarakat desa Negara Saka sebagai pencari pasir, krikil, dan ikan. Sekarang keindahan tersebut tidak terlihat lagi.

 

 

 

 

 

 

Desaku dihuni oleh Penduduk Asli Negara Saka yang menggunakan bahasa Lampung Pubian dan Penduduk Pendatang. Penduduk pendatang berasal dari daerah Jawa sebagai Transmigrasi dan dari daerah Lampung lainnya, bahkan belakangan ini jumlah penduduk pendatang mungkin lebih banyak dari penduduk asli. Jangan heran jika penduduk asli Negara Saka bisa menggunakan Bahasa Jawa, kerana disekitar desaku banyak terdapat desa-desa yang dihuni oleh para Transmigran dari Jawa.

           

Pada tahun 1995 desaku dikepalai oleh seseorang yang notabene bukan penduduk asli desa Negara Saka. Selama menjabat sebagai Kepala Desa, Dia bersama kroninya mulai menebarkan pengaruh mereka. Tujuannya adalah Merebut Desa Negara Saka. Dengan alasan pemekaran, pada tahun 2004 desa Negara Saka dipecah menjadi 2 yakni Desa Negara Saka dan Desa Negeri Ulangan. Masyarakat asli Desa Negara Saka sama sekali tidak menyetujui pemekaran tersebut, karena sebagian besar Desa Induk Negara Saka yang dihuni oleh penduduk asli Negara Saka masuk kedalam wilayah Desa Negeri Ulangan, sedangkan desa Negara Saka hasil pemekaran banyak dihuni oleh penduduk pendatang. Nama Negeri Ulangan sebelumnya tidak dikenal pada sistem pemerintahan. Nama Negeri Ulangan bukan nama sungai, nama gunung, nama bunga ataupun nama pohon, nama Negeri Ulangan hanya dikenal dan ada dalam Adat.

           

Pernah terjadi kerusuhan pada bulan Nopember 2005 dan April 2006. Sampai sekarang (Desember 2006) masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

           

Banyak sekali cerita yang memilukan tentang desaku, tapi mohon maaf saya tidak dapat menceritakan lebih banyak, saya takut salah tulis dan akan menyulitkan saya sendiri.

 

Hanya satu pesan saya kepada mereka yang mencoba merebut desaku. Kembalikanlah desa kami terurama desa Induk Negara Saka, kami lahir dan besar disana. Kalau mau buat desa, silahkan cari tempat yang lain dan jangan pecah belah kami.

           
           

TOPÝ

© Copyright 2006

All Rights Design By ALPA Komputer